Kamis, 21 Juli 2016

Petualangan dalam liburan

     Sabtu 9 Juli 2016 pukul 03:00 semua penghuni rumahku sudah terbangun untuk menyambut saudara dari genteng, Banyuwangi. Kemudian aku membantu ibu dan adik ku (Amey) untuk mengambili telur dari kandang, menimbang, membungkus dan mengantarnya ke pasar. Sesudah dari pasar, aku pergi ke rumah kakek ku / biasanya ku panggil yangkung untuk membantu menyiapkan keperluan yg mungkin dibutuhkan. Setelah itu aku pun pulang dan bergegas mandi dan bersiap untuk datang ke acara reuni / halal bihalal keluarga. Sesampainya disana, aku langsung bersalaman kepada semua saudara yang sudah hadir.

 PENDAKIAN PERTAMA


   Acara berjalan lancar, aku dan saudara-sadaraku yang masih kecil diberi angpau oleh nenek ku/ ku panggil yangmama. Kemdian acara yang paling ku sukai pun tiba, saatnya "makan makan! Sambil makan kami juga mengobrol dan bercengkramaada juga tanteku yg mengukur baju untuk ibuku, yang mama, juga tanteku yang lain. Saat mengobrol, tanteku yang namanya tante kiki bercerita bahwa ia akan mendaki gunung ijen bersama keluarganya. Karena belum pernah naik gunung, aku berbisik kepada ibuku "bu, kapan kapan kita naik gunung yuk dst". Tante kiki pun mendengarnya dan menawariku untuk ikut bersamanya. Aku pun setuju dan bergegas menyiapkan barang barang yg di butuhkan ke rumah. Sampai di rumah, aku langsung mandi dan menyiapkan barangku seperti jaket, sarung tangan, senter,kaus kaki, obat pribadi, dll.

       Aku kembali ke rumah nenek, dan bepamitan kepada keluarga besarku yg hadir, tidak lupa ayah dan ibuku. Setelah berpamitan, aku berangkat mersama mbah Istiqomah, mbah Qohar, tante Kiki, omUlin, om Rizal, om Iqmal dan pak sopir. Langsung saja deh, sesampainya di ijen semua barang yang diperlukan untuk ke puncak di masukkan ke dalam tasnya um Ulin. Semua memakai masker dan jaketnya kecuali om Rizal dan om Iqmal. Mereka seperti penduduk setempat saja yang tahan dengan dingin.

         Setelah membeli tiket, Kami memulai pendakian jam 1 malam dengan membaca basmalah. Kami mendaki sambil bersenda gurau, tapi belum seperempat perjalanan kami sudah berpisah menjadi 3 kelompok. Aku dengan om Rizal, tante Kiki bersama om ulin, dan mbah Isti bersama om Iqmal dan mbah Qohar. Lanjut!!! Walau setengah diseret aku terus mendaki walau kadang saling menunggu. Setengak perjalanan, kami ber istirahat terlebih dulu di pinggir jalan pendakian. Setelah beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan, walau aku setengah di seret oleh om Rizal... Kami bertemu dengan temannya mbah Isti. Sambil menunggu mereka mengobrol, aku di antar om Ulin melihat blu fire dari kejauhan. Setelah selesai kami naik lagi untuk melihat matahari terbit. Jam menunjukan pukul 04.00 kami melaksanakan tayamum dan sholat subuh. Usai sholat subuh, kami melanjutkan lagi perjalanan kami. Akhirnya saat yang ditunggu tunggu pun tiba kami melihat
matahari terbit dari puncak gunung, walau matahari sedikit tertutup oleh awan dan kabut. Kami menikmati pemandangan disana dan tidak lupa berfoto untuk mengabadikan momen momen tersebut.

          Momen foto selesai, aku turun gunung dengan mudah, bahkan setengah berlari. Kami brhenti di pos untuk mengganjal perut yang lapar dengan pop mie. Kemudian mbah isti turun terlebih dahulu dengan menaiki troli. Trolinya berbentuk seperti keranjang besi yang diberi ban motor. Aku juga turun dengan setengah lari lagi. Perjalanan Sudah tinggal sedikit lagi, tapi aku malah tersandung batu dan terjatuh. Saat sudah sampai aku mencuci luka ku dengan air minum karena antrian kamar mandi sudah sangat panjang.

         Kami lanjut ke Kawah Wurung, Tapi lagi lagi harus mendaki bukit. Pemandangan di sana tidak seperti kawah melainkan seperti bukit teletabies. Ada banyak sekali ilalang di sana, juga ada beberapa kambing dibawah bukit. Terus, kami lanjut ke air terjun aku berenang dan bermain air di

sana. Setelah dari sana kami makqn nasi tempong terlebih dahulu, nama warungnya adalah nasi tempong Mbok Wah. Aku memesan udang, sambalnya sangat pedas pokoknya enak deh. Oh ya! Nasi tempong itu seperti nasi lalapan tapi sayurnya matang.

        Akhirnya sampai juga di rumah mbah is aku langsung mandi supaya badan terasa segar. Terus aku makan jajan yang ada di sana. Adzan magrib berkumandang kami shalat berjama'ah. Lalu ak kembali ke kamar dan membaca majalah National Geographi disana juga ada banyak banget novel bagus. Terus aku di ajak makan makan dan minum teh kelor. Setelah itu aku tertidur di kamar

 
        Pagi datang, aku segera sholat subuh. Lalu aku diajak ke rumah mbah Ros. Disana aku bertemu dengan Rara dan Auvi. Terus pergi ke rumahnya Vivi,disana aku dengerintante Kiki ngobrol sama Vivi kemudian diajak makan rujak soto Tengah Sawah. Disitu aku baru tahu kalau rujak soto itu enak,   Makannya di tengah sawah lagi. Setelah itu aku mampir ke KDS untuk beli barang kulakan. Lalu aku diberi ahu bahwa ibu sudah sampai genteng. Setelah itu aku kembali ke rumah mbah isti dan bertemu Ibu, Ayah, Amey, dan Dika disana. Aku juga bertemu om lutfi dan keluarganya. Setelah usai mengobrol, kami sholat Isya kemudian makan. Setelah usai, Aku segera berkemas dan berpamitan untuk pindah penginapan ke rumah mbah Ros.

PERJALANAN PEMBELAJARAN


          Keesokan harinya, pagi pagi sebelum mandi aku sudah di ajak om Er untuk melihat pengolahan biogas untuk limbah ternak milik Amey, tapi hewan ternak disana sapi sedangkan milik amey adalah
 puyuh. Tapi kami belajar untuk menambah wawasan dan informasi. Setela hbelajar kami kembali dan bersiap untuk berangkat ke Bali. Namun kami bertemu dngan om Rudi terlebih dahulu untuk di antar belajar ke salah satu kebun aren yang ada di banyuwangi.disana kami melihat pohon 

Kamis, 30 Juni 2016

hari ini aku ingin menulis sesuatu tentang kegiatanku. tapi kok bingung ya mau nulis apa.....